Permintaan akan sorgum meningkat drastis di tahun 2014 ini. Terutama permintaan dari PT. Andini Karya Makmur. Perusahaan peternakan ini sudah mulai menggunkan hijauan dari tanaman sorgum dimana dari kandungan gizinya cenderung lebih tinggi dengan biaya produksi dan biaya beli yang sangat murah.
Tingginya permintaan akan sorgum ini memicu tingginya minat petani dalam menanam sorgum dan pada tahun 2014 ini Kami siapkan benih hingga 50Kg dimana dalam 1 Kg nya bisa untuk menanam 100 tumbak (1400m) jadi 50 Kg bisa untuk 7 Ha.
Penanaman 7 Ha ini diperkirakan akan menghasilkan dikisaran 560ton (asumsi 1Ha 80 ton).
Produksi di 560ton ini akan diserap semua oleh PT. Andini Karya Makmur (AKM).
Secara ekonomi petani yang menanam sorgum memiliki kecenderungan peningkatan pendapatan hingga 30% dimana hal ini membuat menariknya komoditas sorgum bagi para petani.
Bagi para pembaca yang membutuhkan benih sorgum silahkan order di kami.
0856-5901-7889 (ibnu)
Rabu, 04 Juni 2014
Sabtu, 10 Mei 2014
Jenis-Jenis Sorgum
Pengembangan sorgum tidak hanya sebatas satu komoditas saja melainkan berbagai komoditas agar tercipta farian produksi yang dapat dipilih untuk mengetahui keuntungan terbaik dan tertinggi bagi pelaku bisnis sorgum
PT. Andini Karya Makmur sudah mengembangkan 3 jenis yakni kawali, numbu, dan sorgum merah lokal.
Berikut ini beberapa jenis yang sudah dikembangkan:
1. Sorgum Merah Lokal
Sorgum merah ini ditemukan di daerah nagreg, secara karakter tanaman ini memiliki karakteristik yang kuat di umur mudanya, berbeda dengan jenis kawali atau numbu disaat umur 7-14 hari terlihat mudah rapuh dan mudah mati.
Kemudian unggulan lain, saat umur sudah meranjak ke 1 bulan sudah keluar banyak tunasnya (1 pohon induk 2 anak tunas).
2. Sorgum Kawali

Sorgum kawali memiliki karakter hampir sama dengan sorgum merah lokal, namun perbedaannya pada saat usia muda dimana tanaman ini memiliki karakter sama dengan numbu yakni terlihar rapuh dan warna daun kurang hijau. (kebutuhan urea di awal tinggi).
3. Sorgum Numbu
Numbu memiliki keunggulan pada karakter bijinya dimana banyak diminati oleh konsumen karena dari warna karakter bijinya namun dari karakter tanamannya kurang bagus yakni terlihat rapuh dan tidak memiliki banyak tunas diawal tanam perdana dan akan muncul tunas setelah di panen.
Bagi peminat sorgum silahkan didiskusikan di forum ini. terimakasih
PT. Andini Karya Makmur sudah mengembangkan 3 jenis yakni kawali, numbu, dan sorgum merah lokal.
Berikut ini beberapa jenis yang sudah dikembangkan:
1. Sorgum Merah Lokal
Sorgum merah ini ditemukan di daerah nagreg, secara karakter tanaman ini memiliki karakteristik yang kuat di umur mudanya, berbeda dengan jenis kawali atau numbu disaat umur 7-14 hari terlihat mudah rapuh dan mudah mati.
Kemudian unggulan lain, saat umur sudah meranjak ke 1 bulan sudah keluar banyak tunasnya (1 pohon induk 2 anak tunas).
2. Sorgum Kawali

Sorgum kawali memiliki karakter hampir sama dengan sorgum merah lokal, namun perbedaannya pada saat usia muda dimana tanaman ini memiliki karakter sama dengan numbu yakni terlihar rapuh dan warna daun kurang hijau. (kebutuhan urea di awal tinggi).
3. Sorgum Numbu
Numbu memiliki keunggulan pada karakter bijinya dimana banyak diminati oleh konsumen karena dari warna karakter bijinya namun dari karakter tanamannya kurang bagus yakni terlihat rapuh dan tidak memiliki banyak tunas diawal tanam perdana dan akan muncul tunas setelah di panen.
Bagi peminat sorgum silahkan didiskusikan di forum ini. terimakasih
Jumat, 25 April 2014
Sorgum Bagi Petani dan Peternak
Pada tahun 2014 ini perkembangan sorgum di kalangan petani meningkat karena adanya pergerakan dari perusahaan PT. Andini Karya Makmur (AKM) ke para petani disekitar lokasi perusahaan.
Perkembangan tanaman sorgum ini memicu pula untuk meningkatkan kesejahteraan petani yang awalnya menanam jagung kini berangsur-angsur mulai beralih ke sorgum.
Sudah sekitar hampir 5 Ha lahan disekitar perusahaan menanam sorgum sehingga adanya peningkatan hijauan pula yang di produksi oleh PT. AKM
Setelah dilakukan uji coba laboratorium ternyata sorgum memiliki kandungan protein yang cukup baik yakni 11% sedangkan jagung hanya berkisar 7%. Namun ada kelemahannya yakni pada persentase tercernanya, untuk sorgum hanya sekitar 50% sedangkan jagung bisa tercapai hingga 60%.
Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing namun secara ekonomisnya sorgum lebih unggul di bandingkan dengan jagung.
Mari kembangkan sorgum bagi kesejahteraan petani dan peternak Indonesia..
Biasanya dalam muatan 1 ss untuk jagung maksimal hanya 1,7 ton namun dengan sorgum dalam 1 ss tersebut bisa mencapai 2,4ton jadi dalam bisnis sorgum petani udah untung, trader juga untung maka keduanya sama2 untung.
Silahkan mencoba...
Perkembangan tanaman sorgum ini memicu pula untuk meningkatkan kesejahteraan petani yang awalnya menanam jagung kini berangsur-angsur mulai beralih ke sorgum.
Sudah sekitar hampir 5 Ha lahan disekitar perusahaan menanam sorgum sehingga adanya peningkatan hijauan pula yang di produksi oleh PT. AKM
Setelah dilakukan uji coba laboratorium ternyata sorgum memiliki kandungan protein yang cukup baik yakni 11% sedangkan jagung hanya berkisar 7%. Namun ada kelemahannya yakni pada persentase tercernanya, untuk sorgum hanya sekitar 50% sedangkan jagung bisa tercapai hingga 60%.
Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing namun secara ekonomisnya sorgum lebih unggul di bandingkan dengan jagung.
Mari kembangkan sorgum bagi kesejahteraan petani dan peternak Indonesia..
Biasanya dalam muatan 1 ss untuk jagung maksimal hanya 1,7 ton namun dengan sorgum dalam 1 ss tersebut bisa mencapai 2,4ton jadi dalam bisnis sorgum petani udah untung, trader juga untung maka keduanya sama2 untung.
Silahkan mencoba...
Sabtu, 08 Maret 2014
Sejahtera Petani Sorgum
Sorgum telah menjadi salah satu komoditas yang dikembangkan di wilayah kami di Cijapati, Bandung. Komoditas ini telah meningkatkan beberapa pendapatan petani yang selama ini diperolehnya.
Percobaan diberikan kepada salah satu petani dengan luas lahan 100 tumbak (1400m), biasanya petani hanya menghasilkan jagung seberat 3ton dengan harga jual sekitar Rp 600.000 kini petani mengganti dengan sorgum yang kemudian menghasilkan 8,5ton/100tumbak dengan pendapatan Rp 850.000,-
Pendapatan ini meningkat 25% dengan umur tanam yang sama dan ada keunggulan lain bagi penanamnya yakni tahap kedua modal semakin berkurang dan perawatan kebunnya semakin ringan. Keliebihan ini sangat di senangi oleh para petani.
Alhamdulillah, semoga kesejahteraan petani semakin maju dan semakin sejahtera.
Jika ingin berminat menjadi petani binaan kami silahkan datang ke kantor kami di
PT. Andini Karya Makmur
Jln. Cijapati-Majalaya KM 4,5 Ds. Srirahayu Kec. Cikancung Kab. Bandung
Syarat kerjasama:
1. Lokasi kebun tidak jauh dari kantor kami.
2. Memiliki kebun sendiri (meskipun statusnya sewa).
3. Mematuhi peraturan perusahaan.
Jika berminat silahkan hub kami di 085222480890 (ibnu)
Percobaan diberikan kepada salah satu petani dengan luas lahan 100 tumbak (1400m), biasanya petani hanya menghasilkan jagung seberat 3ton dengan harga jual sekitar Rp 600.000 kini petani mengganti dengan sorgum yang kemudian menghasilkan 8,5ton/100tumbak dengan pendapatan Rp 850.000,-
Pendapatan ini meningkat 25% dengan umur tanam yang sama dan ada keunggulan lain bagi penanamnya yakni tahap kedua modal semakin berkurang dan perawatan kebunnya semakin ringan. Keliebihan ini sangat di senangi oleh para petani.
Alhamdulillah, semoga kesejahteraan petani semakin maju dan semakin sejahtera.
Jika ingin berminat menjadi petani binaan kami silahkan datang ke kantor kami di
PT. Andini Karya Makmur
Jln. Cijapati-Majalaya KM 4,5 Ds. Srirahayu Kec. Cikancung Kab. Bandung
Syarat kerjasama:
1. Lokasi kebun tidak jauh dari kantor kami.
2. Memiliki kebun sendiri (meskipun statusnya sewa).
3. Mematuhi peraturan perusahaan.
Jika berminat silahkan hub kami di 085222480890 (ibnu)
Rabu, 19 Februari 2014
Kendala Pada Tanaman Sorgum
Tanaman sorgum yang memiliki ketahanan cukup baik ternyata tak mudah untuk bisa mengembangkannya, adapun kendala yang dihadapi dilapangan antara lain:
1. Sering Mati Rumpunnya
Pada periode ke 3 sering ditemukan banyak rumpun yang mati sehingga perlu perawatan ekstra di 3minggu awal.
2. Terlalu Rendah Memanennya.
Pada beberapa kasus cara memanen ada yang sorgum digunakan sebagai pakan hijauan ternak sapi sehingga akan ditebang dari dekat akar hingga malai.
3. Pertumbuhan 2bulan Awal
Pada tahap periode ke 2 dan ke 3 akan terlihat adanya pertumbuhan yang signifikan dimana umur 2bulan (60 hari) sudah bisa dipanen maka hal ini perlu dilakukan pengamatan yang maksimal agar pertumbuhan tidak terlambat.
Adapun beberapa solusi yang bisa dilakukan jika mengalami kendala diatas:
1. Usahakan umur panen agak tua agar dapur rumpun sudah bisa menghasilkan tunas.
2. Usahakan setelah panen perlu penyinaran matahari yang cukup.
3. Berikan pupuk cair setelah panen agar pertumbuhan tunas bisa maksimal.
4. Jangan dibumbun setelah panen agar penyinaran matahari dapat maksimal ke akar.
Jika ada beberapa kendala dilapangan silahkan hub kami di 085222480890
1. Sering Mati Rumpunnya
Pada periode ke 3 sering ditemukan banyak rumpun yang mati sehingga perlu perawatan ekstra di 3minggu awal.
2. Terlalu Rendah Memanennya.
Pada beberapa kasus cara memanen ada yang sorgum digunakan sebagai pakan hijauan ternak sapi sehingga akan ditebang dari dekat akar hingga malai.
3. Pertumbuhan 2bulan Awal
Pada tahap periode ke 2 dan ke 3 akan terlihat adanya pertumbuhan yang signifikan dimana umur 2bulan (60 hari) sudah bisa dipanen maka hal ini perlu dilakukan pengamatan yang maksimal agar pertumbuhan tidak terlambat.
Adapun beberapa solusi yang bisa dilakukan jika mengalami kendala diatas:
1. Usahakan umur panen agak tua agar dapur rumpun sudah bisa menghasilkan tunas.
2. Usahakan setelah panen perlu penyinaran matahari yang cukup.
3. Berikan pupuk cair setelah panen agar pertumbuhan tunas bisa maksimal.
4. Jangan dibumbun setelah panen agar penyinaran matahari dapat maksimal ke akar.
Jika ada beberapa kendala dilapangan silahkan hub kami di 085222480890
Selasa, 04 Februari 2014
Petani Binaan.
PT. Andini Karya Makmur membangun kemitraan dengan petani disekitar perusahaan dengan tujuan utama membantu meningkatkan kesejahteraan petani sekitar. Pembinaan ini sudah terbentuk hingga seluas 8 Ha dimana pembinaan ini diawali dengan sosialisasi umum budidaya sorgum yang kemudian berlanjut hingga adanya pembinaan dari managemen lapangnya seperti timing penanaman, pemupukan hingga panen.
Adapun kelebihan dari hubungan antara petani dengan perusahaan adalah adanya hubungan saling menguntungkan dimana petani dijamin dari permodalan hingga produksinya sedangkan perusahaan mendapat jaminan dari produksi yang terus kontinu dan berkesinambungan.
Berikut analisis keuntungan petani per 1400 m (100tumbak).
MODAL
Benih : 1 kg x Rp 10.000 = Rp 10.000
Pupuk Urea : 28 kg x Rp 2.000 = Rp 56.000
Pupuk TSP : 14 kg x Rp 2.300 = Rp 32.200
Pupuk KCl : 7 kg x Rp 1.800 = Rp 12.600
Total Modal pinjaman petani = 110.200
PANEN
Sewa truk : Rp 350.000
Tenga panen : 7ton x Rp 75 = Rp 525.000
Total Panen = Rp 875.000
PENDAPATAN
Modal + Panen = Rp 985.200
Penjualan Sorgum = Rp 250 x 7 ton = Rp 1.750.000
LABA
Rp 1.750.000 - Rp 985.200 = Rp 764.800,-
DOKUMENTASI
![]() |
| Umur 7 Hari |
![]() |
| Umur 11 Hari |
![]() |
| Umur 21 Hari |
![]() |
| Umur 42 Hari |
![]() |
| Umur 54 Hari |
![]() |
| Umur 67 Hari |
Sabtu, 25 Januari 2014
Sorgum Potensi 112ton/Ha
HASIL PENELITIAN
LATAR BELAKANG
Penelitian
ini berawal dari mencari komoditas pakan hijauan yang memiliki kandungan gizi
yang baik dan memiliki produktifitas yang tinggi. Berdasarkan beberapa
literatur posisi hijauan berdasarkan macamnya antara lain rumput gajah, jerami,
jabon, tebon dan sorgum.
HASIL PENELITIAN
Penelitian
dilakukan dilahan perusahaan seluas 12,6 m X 6,4 m = 80,64 m2.
Penelitian ini tidak direncanakan dari awal karena pada penanaman pertamanya
pada musim kemarau sehingga tidak bisa dijadikan standart awal. Berikut ini
tahapan-tahapan pemeliharaannya:
Jenis Tanaman : Sorgum Manis Lokal.
Asal Benih : Bandung.
Jarak Tanam : 40 cm X 40 cm.
Populasi per Rumpun : lebih dari 4 pohon.
Posisi tanaman kurang sehat
karena pertumbuhan awalnya masuk masa musim kemarau dimana curah hujan kurang.
Pada saat musim kemarau ini
dilakukan penyemprotan pupuk cair sebanyak 240ml/28ltr air.
Pada gambar disamping umur tanaman 35hari. Diberi pupuk kimia pertama kali karena sudah ada beberapa kali hujan turun.
Pupuk yang digunakan Urea 3kg dan
TSP 2 kg. Takaran pupuk ini tergolong melebihi dosis yang dianjurkan.
Pada umur ini kondisi tanaman
masih dibawah 2m ketinggiannya sehingga belum terlihat pertumbuhan yang baik
untuk dipanen di umur 60hari.
Pada gambar disamping umur tanaman 57 Hari. Ternyata pertumbuhan dari umur 45 hari ke umur 57 sangat signifikan perbedaannya tingginya sudah sampai 170 cm.
Pada umur ini diberi pupuk kimia
kedua berupa NPK sebanyak 5kg.
Rumpun besar memiliki anakan
sebanyak 12 pohon. Dan rumpun kecil sekitar 4 pohon.
Berat dari rumpun yang besar
adalah 3,58 kg dan rumpun yang kecil sebesar 0,7 kg.
Pada gambar ini umur tanaman 88 hari pada posisi ini daun yang paling bawah sudah mulai kering sebenarnya posisi ini udah cukup baik untuk dipanen.
Pada gambar ini umur tanaman sudah 105 hari, dimana daun yang paling bawahnya sudah kering dan ruas dari batangnya sudah mulai terbentuk jelas.
DOKUMENTASI SAAT PANEN
NO
|
Kebutuhan
|
Nilai
|
Satuan
|
Harga
|
Jumlah
|
1
|
Pupuk Cair
|
240
|
ml
|
50
|
12.000
|
2
|
Tenaga Pemupuk
|
0,5
|
HOK
|
25.000
|
12.500
|
3
|
Pupuk Kimia 1
|
||||
Urea
|
3
|
kg
|
2.000
|
6.000
|
|
TSP
|
2
|
kg
|
2.300
|
4.600
|
|
4
|
Tenaga Pemupukan 1
|
0,5
|
HOK
|
25.000
|
12.500
|
5
|
Pupuk Kimia 2
|
||||
NPK
|
5
|
kg
|
2.500
|
12.500
|
|
6
|
Tenaga Pemupukan 2
|
0,5
|
HOK
|
25.000
|
12.500
|
7
|
Pemanenan
|
900
|
kg
|
50
|
45.000
|
8
|
Distribusi
|
900
|
kg
|
75
|
67.500
|
Sub Total
|
185.100
|
||||
Pendapatan
|
|||||
Penjualan Sorgum
|
900
|
kg
|
250
|
225.000
|
|
Keuntungan
|
39.900
|
||||
Dari luas 80,64 diperoleh berat
bersih produksi 900 kg. Dari analisi keuangan diatas diketahui jika dalam 80,64 m
mendapatkan keuntungan sebesar Rp 39.900.
Jika di konfersi ke 1 Ha maka
keuntungan buat petani sebesar (10.000 m/80,64 m)x Rp 39.900 = Rp 4.947.916,69
KESIMPULAN
Berdasarkan
hasil data diatas diketahui jika potensi produksi per meter sebesar 11,16 kg/m.
Sehingga potensi produksi per hektar sebanyak 111,6ton/Ha. Dengan keuntungan
sebesar Rp 39.900/80,64m atau setara dengan Rp 4.947.916,69/Ha.
Langganan:
Postingan (Atom)



























