Beberapa bulan lalu kami mencoba menanam alfalfa, yakni tanaman yang memiliki keunggulan dari nilai gizinya yakni kandungan protein yang sangat tinggi sehingga sangat cocok untuk ternak sapi baik sapi perah atau pedaging.
Namun, menanam sesuatu tanaman unggulan tak mudah, secara umum tanaman ini paling cocok didataran tinggi dan meskipun sudah kami coba di dataran tinggi 1000dpl kondisi tanaman tumbuh subur dan hijau namun kendalanya adalah pada saat pembuahan untuk dijadikan benih.
Ternyata bunga-bunga penghasil benih itu kosong isinya (kopong) sehingga tidak dapat dikembang biakkan dengan baik skala luas. Analisis yang diperoleh saat ini adalah kurangnya kandungan sinar matahari dilingkungan tersebut sehingga kematangan bunga masih kosong dang tidak dapat mengisi.
Sampai tanggal 2 Juli 2014 maasih dilakukan pengembangan untuk memperoleh hasil yang maksimal dari benih dan dari daunnya.
Jumat, 04 Juli 2014
Rabu, 04 Juni 2014
Benih Sorgum Manis
Permintaan akan sorgum meningkat drastis di tahun 2014 ini. Terutama permintaan dari PT. Andini Karya Makmur. Perusahaan peternakan ini sudah mulai menggunkan hijauan dari tanaman sorgum dimana dari kandungan gizinya cenderung lebih tinggi dengan biaya produksi dan biaya beli yang sangat murah.
Tingginya permintaan akan sorgum ini memicu tingginya minat petani dalam menanam sorgum dan pada tahun 2014 ini Kami siapkan benih hingga 50Kg dimana dalam 1 Kg nya bisa untuk menanam 100 tumbak (1400m) jadi 50 Kg bisa untuk 7 Ha.
Penanaman 7 Ha ini diperkirakan akan menghasilkan dikisaran 560ton (asumsi 1Ha 80 ton).
Produksi di 560ton ini akan diserap semua oleh PT. Andini Karya Makmur (AKM).
Secara ekonomi petani yang menanam sorgum memiliki kecenderungan peningkatan pendapatan hingga 30% dimana hal ini membuat menariknya komoditas sorgum bagi para petani.
Bagi para pembaca yang membutuhkan benih sorgum silahkan order di kami.
0856-5901-7889 (ibnu)
Tingginya permintaan akan sorgum ini memicu tingginya minat petani dalam menanam sorgum dan pada tahun 2014 ini Kami siapkan benih hingga 50Kg dimana dalam 1 Kg nya bisa untuk menanam 100 tumbak (1400m) jadi 50 Kg bisa untuk 7 Ha.
Penanaman 7 Ha ini diperkirakan akan menghasilkan dikisaran 560ton (asumsi 1Ha 80 ton).
Produksi di 560ton ini akan diserap semua oleh PT. Andini Karya Makmur (AKM).
Secara ekonomi petani yang menanam sorgum memiliki kecenderungan peningkatan pendapatan hingga 30% dimana hal ini membuat menariknya komoditas sorgum bagi para petani.
Bagi para pembaca yang membutuhkan benih sorgum silahkan order di kami.
0856-5901-7889 (ibnu)
Sabtu, 10 Mei 2014
Jenis-Jenis Sorgum
Pengembangan sorgum tidak hanya sebatas satu komoditas saja melainkan berbagai komoditas agar tercipta farian produksi yang dapat dipilih untuk mengetahui keuntungan terbaik dan tertinggi bagi pelaku bisnis sorgum
PT. Andini Karya Makmur sudah mengembangkan 3 jenis yakni kawali, numbu, dan sorgum merah lokal.
Berikut ini beberapa jenis yang sudah dikembangkan:
1. Sorgum Merah Lokal
Sorgum merah ini ditemukan di daerah nagreg, secara karakter tanaman ini memiliki karakteristik yang kuat di umur mudanya, berbeda dengan jenis kawali atau numbu disaat umur 7-14 hari terlihat mudah rapuh dan mudah mati.
Kemudian unggulan lain, saat umur sudah meranjak ke 1 bulan sudah keluar banyak tunasnya (1 pohon induk 2 anak tunas).
2. Sorgum Kawali

Sorgum kawali memiliki karakter hampir sama dengan sorgum merah lokal, namun perbedaannya pada saat usia muda dimana tanaman ini memiliki karakter sama dengan numbu yakni terlihar rapuh dan warna daun kurang hijau. (kebutuhan urea di awal tinggi).
3. Sorgum Numbu
Numbu memiliki keunggulan pada karakter bijinya dimana banyak diminati oleh konsumen karena dari warna karakter bijinya namun dari karakter tanamannya kurang bagus yakni terlihat rapuh dan tidak memiliki banyak tunas diawal tanam perdana dan akan muncul tunas setelah di panen.
Bagi peminat sorgum silahkan didiskusikan di forum ini. terimakasih
PT. Andini Karya Makmur sudah mengembangkan 3 jenis yakni kawali, numbu, dan sorgum merah lokal.
Berikut ini beberapa jenis yang sudah dikembangkan:
1. Sorgum Merah Lokal
Sorgum merah ini ditemukan di daerah nagreg, secara karakter tanaman ini memiliki karakteristik yang kuat di umur mudanya, berbeda dengan jenis kawali atau numbu disaat umur 7-14 hari terlihat mudah rapuh dan mudah mati.
Kemudian unggulan lain, saat umur sudah meranjak ke 1 bulan sudah keluar banyak tunasnya (1 pohon induk 2 anak tunas).
2. Sorgum Kawali

Sorgum kawali memiliki karakter hampir sama dengan sorgum merah lokal, namun perbedaannya pada saat usia muda dimana tanaman ini memiliki karakter sama dengan numbu yakni terlihar rapuh dan warna daun kurang hijau. (kebutuhan urea di awal tinggi).
3. Sorgum Numbu
Numbu memiliki keunggulan pada karakter bijinya dimana banyak diminati oleh konsumen karena dari warna karakter bijinya namun dari karakter tanamannya kurang bagus yakni terlihat rapuh dan tidak memiliki banyak tunas diawal tanam perdana dan akan muncul tunas setelah di panen.
Bagi peminat sorgum silahkan didiskusikan di forum ini. terimakasih
Jumat, 25 April 2014
Sorgum Bagi Petani dan Peternak
Pada tahun 2014 ini perkembangan sorgum di kalangan petani meningkat karena adanya pergerakan dari perusahaan PT. Andini Karya Makmur (AKM) ke para petani disekitar lokasi perusahaan.
Perkembangan tanaman sorgum ini memicu pula untuk meningkatkan kesejahteraan petani yang awalnya menanam jagung kini berangsur-angsur mulai beralih ke sorgum.
Sudah sekitar hampir 5 Ha lahan disekitar perusahaan menanam sorgum sehingga adanya peningkatan hijauan pula yang di produksi oleh PT. AKM
Setelah dilakukan uji coba laboratorium ternyata sorgum memiliki kandungan protein yang cukup baik yakni 11% sedangkan jagung hanya berkisar 7%. Namun ada kelemahannya yakni pada persentase tercernanya, untuk sorgum hanya sekitar 50% sedangkan jagung bisa tercapai hingga 60%.
Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing namun secara ekonomisnya sorgum lebih unggul di bandingkan dengan jagung.
Mari kembangkan sorgum bagi kesejahteraan petani dan peternak Indonesia..
Biasanya dalam muatan 1 ss untuk jagung maksimal hanya 1,7 ton namun dengan sorgum dalam 1 ss tersebut bisa mencapai 2,4ton jadi dalam bisnis sorgum petani udah untung, trader juga untung maka keduanya sama2 untung.
Silahkan mencoba...
Perkembangan tanaman sorgum ini memicu pula untuk meningkatkan kesejahteraan petani yang awalnya menanam jagung kini berangsur-angsur mulai beralih ke sorgum.
Sudah sekitar hampir 5 Ha lahan disekitar perusahaan menanam sorgum sehingga adanya peningkatan hijauan pula yang di produksi oleh PT. AKM
Setelah dilakukan uji coba laboratorium ternyata sorgum memiliki kandungan protein yang cukup baik yakni 11% sedangkan jagung hanya berkisar 7%. Namun ada kelemahannya yakni pada persentase tercernanya, untuk sorgum hanya sekitar 50% sedangkan jagung bisa tercapai hingga 60%.
Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing namun secara ekonomisnya sorgum lebih unggul di bandingkan dengan jagung.
Mari kembangkan sorgum bagi kesejahteraan petani dan peternak Indonesia..
Biasanya dalam muatan 1 ss untuk jagung maksimal hanya 1,7 ton namun dengan sorgum dalam 1 ss tersebut bisa mencapai 2,4ton jadi dalam bisnis sorgum petani udah untung, trader juga untung maka keduanya sama2 untung.
Silahkan mencoba...
Sabtu, 08 Maret 2014
Sejahtera Petani Sorgum
Sorgum telah menjadi salah satu komoditas yang dikembangkan di wilayah kami di Cijapati, Bandung. Komoditas ini telah meningkatkan beberapa pendapatan petani yang selama ini diperolehnya.
Percobaan diberikan kepada salah satu petani dengan luas lahan 100 tumbak (1400m), biasanya petani hanya menghasilkan jagung seberat 3ton dengan harga jual sekitar Rp 600.000 kini petani mengganti dengan sorgum yang kemudian menghasilkan 8,5ton/100tumbak dengan pendapatan Rp 850.000,-
Pendapatan ini meningkat 25% dengan umur tanam yang sama dan ada keunggulan lain bagi penanamnya yakni tahap kedua modal semakin berkurang dan perawatan kebunnya semakin ringan. Keliebihan ini sangat di senangi oleh para petani.
Alhamdulillah, semoga kesejahteraan petani semakin maju dan semakin sejahtera.
Jika ingin berminat menjadi petani binaan kami silahkan datang ke kantor kami di
PT. Andini Karya Makmur
Jln. Cijapati-Majalaya KM 4,5 Ds. Srirahayu Kec. Cikancung Kab. Bandung
Syarat kerjasama:
1. Lokasi kebun tidak jauh dari kantor kami.
2. Memiliki kebun sendiri (meskipun statusnya sewa).
3. Mematuhi peraturan perusahaan.
Jika berminat silahkan hub kami di 085222480890 (ibnu)
Percobaan diberikan kepada salah satu petani dengan luas lahan 100 tumbak (1400m), biasanya petani hanya menghasilkan jagung seberat 3ton dengan harga jual sekitar Rp 600.000 kini petani mengganti dengan sorgum yang kemudian menghasilkan 8,5ton/100tumbak dengan pendapatan Rp 850.000,-
Pendapatan ini meningkat 25% dengan umur tanam yang sama dan ada keunggulan lain bagi penanamnya yakni tahap kedua modal semakin berkurang dan perawatan kebunnya semakin ringan. Keliebihan ini sangat di senangi oleh para petani.
Alhamdulillah, semoga kesejahteraan petani semakin maju dan semakin sejahtera.
Jika ingin berminat menjadi petani binaan kami silahkan datang ke kantor kami di
PT. Andini Karya Makmur
Jln. Cijapati-Majalaya KM 4,5 Ds. Srirahayu Kec. Cikancung Kab. Bandung
Syarat kerjasama:
1. Lokasi kebun tidak jauh dari kantor kami.
2. Memiliki kebun sendiri (meskipun statusnya sewa).
3. Mematuhi peraturan perusahaan.
Jika berminat silahkan hub kami di 085222480890 (ibnu)
Rabu, 19 Februari 2014
Kendala Pada Tanaman Sorgum
Tanaman sorgum yang memiliki ketahanan cukup baik ternyata tak mudah untuk bisa mengembangkannya, adapun kendala yang dihadapi dilapangan antara lain:
1. Sering Mati Rumpunnya
Pada periode ke 3 sering ditemukan banyak rumpun yang mati sehingga perlu perawatan ekstra di 3minggu awal.
2. Terlalu Rendah Memanennya.
Pada beberapa kasus cara memanen ada yang sorgum digunakan sebagai pakan hijauan ternak sapi sehingga akan ditebang dari dekat akar hingga malai.
3. Pertumbuhan 2bulan Awal
Pada tahap periode ke 2 dan ke 3 akan terlihat adanya pertumbuhan yang signifikan dimana umur 2bulan (60 hari) sudah bisa dipanen maka hal ini perlu dilakukan pengamatan yang maksimal agar pertumbuhan tidak terlambat.
Adapun beberapa solusi yang bisa dilakukan jika mengalami kendala diatas:
1. Usahakan umur panen agak tua agar dapur rumpun sudah bisa menghasilkan tunas.
2. Usahakan setelah panen perlu penyinaran matahari yang cukup.
3. Berikan pupuk cair setelah panen agar pertumbuhan tunas bisa maksimal.
4. Jangan dibumbun setelah panen agar penyinaran matahari dapat maksimal ke akar.
Jika ada beberapa kendala dilapangan silahkan hub kami di 085222480890
1. Sering Mati Rumpunnya
Pada periode ke 3 sering ditemukan banyak rumpun yang mati sehingga perlu perawatan ekstra di 3minggu awal.
2. Terlalu Rendah Memanennya.
Pada beberapa kasus cara memanen ada yang sorgum digunakan sebagai pakan hijauan ternak sapi sehingga akan ditebang dari dekat akar hingga malai.
3. Pertumbuhan 2bulan Awal
Pada tahap periode ke 2 dan ke 3 akan terlihat adanya pertumbuhan yang signifikan dimana umur 2bulan (60 hari) sudah bisa dipanen maka hal ini perlu dilakukan pengamatan yang maksimal agar pertumbuhan tidak terlambat.
Adapun beberapa solusi yang bisa dilakukan jika mengalami kendala diatas:
1. Usahakan umur panen agak tua agar dapur rumpun sudah bisa menghasilkan tunas.
2. Usahakan setelah panen perlu penyinaran matahari yang cukup.
3. Berikan pupuk cair setelah panen agar pertumbuhan tunas bisa maksimal.
4. Jangan dibumbun setelah panen agar penyinaran matahari dapat maksimal ke akar.
Jika ada beberapa kendala dilapangan silahkan hub kami di 085222480890
Selasa, 04 Februari 2014
Petani Binaan.
PT. Andini Karya Makmur membangun kemitraan dengan petani disekitar perusahaan dengan tujuan utama membantu meningkatkan kesejahteraan petani sekitar. Pembinaan ini sudah terbentuk hingga seluas 8 Ha dimana pembinaan ini diawali dengan sosialisasi umum budidaya sorgum yang kemudian berlanjut hingga adanya pembinaan dari managemen lapangnya seperti timing penanaman, pemupukan hingga panen.
Adapun kelebihan dari hubungan antara petani dengan perusahaan adalah adanya hubungan saling menguntungkan dimana petani dijamin dari permodalan hingga produksinya sedangkan perusahaan mendapat jaminan dari produksi yang terus kontinu dan berkesinambungan.
Berikut analisis keuntungan petani per 1400 m (100tumbak).
MODAL
Benih : 1 kg x Rp 10.000 = Rp 10.000
Pupuk Urea : 28 kg x Rp 2.000 = Rp 56.000
Pupuk TSP : 14 kg x Rp 2.300 = Rp 32.200
Pupuk KCl : 7 kg x Rp 1.800 = Rp 12.600
Total Modal pinjaman petani = 110.200
PANEN
Sewa truk : Rp 350.000
Tenga panen : 7ton x Rp 75 = Rp 525.000
Total Panen = Rp 875.000
PENDAPATAN
Modal + Panen = Rp 985.200
Penjualan Sorgum = Rp 250 x 7 ton = Rp 1.750.000
LABA
Rp 1.750.000 - Rp 985.200 = Rp 764.800,-
DOKUMENTASI
![]() |
| Umur 7 Hari |
![]() |
| Umur 11 Hari |
![]() |
| Umur 21 Hari |
![]() |
| Umur 42 Hari |
![]() |
| Umur 54 Hari |
![]() |
| Umur 67 Hari |
Langganan:
Postingan (Atom)














