Halaman

Selasa, 04 Februari 2014

Petani Binaan.


PT. Andini Karya Makmur membangun kemitraan dengan petani disekitar perusahaan dengan tujuan utama membantu meningkatkan kesejahteraan petani sekitar. Pembinaan ini sudah terbentuk hingga seluas 8 Ha dimana pembinaan ini diawali dengan sosialisasi umum budidaya sorgum yang kemudian berlanjut hingga adanya pembinaan dari managemen lapangnya seperti timing penanaman, pemupukan hingga panen.

Adapun kelebihan dari hubungan antara petani dengan perusahaan adalah adanya hubungan saling menguntungkan dimana petani dijamin dari permodalan hingga produksinya sedangkan perusahaan mendapat jaminan dari produksi yang terus kontinu dan berkesinambungan.

Berikut analisis keuntungan petani per 1400 m (100tumbak).

MODAL
Benih : 1 kg x Rp 10.000 = Rp 10.000
Pupuk Urea : 28 kg x Rp 2.000 = Rp 56.000
Pupuk TSP : 14 kg x Rp 2.300 =  Rp 32.200
Pupuk KCl : 7 kg x Rp 1.800 = Rp 12.600
Total Modal pinjaman petani = 110.200

PANEN
Sewa truk : Rp 350.000
Tenga panen : 7ton x Rp 75 = Rp 525.000
Total Panen = Rp 875.000

PENDAPATAN
Modal + Panen = Rp 985.200
Penjualan Sorgum = Rp 250 x 7 ton = Rp 1.750.000

LABA
Rp 1.750.000 - Rp 985.200 = Rp 764.800,-

DOKUMENTASI

Umur 7 Hari
Umur 11 Hari
Umur 21 Hari
Umur 42 Hari
Umur 54 Hari
Umur 67 Hari









Sabtu, 25 Januari 2014

Sorgum Potensi 112ton/Ha

HASIL PENELITIAN

LATAR BELAKANG

                Penelitian ini berawal dari mencari komoditas pakan hijauan yang memiliki kandungan gizi yang baik dan memiliki produktifitas yang tinggi. Berdasarkan beberapa literatur posisi hijauan berdasarkan macamnya antara lain rumput gajah, jerami, jabon, tebon dan sorgum.

HASIL PENELITIAN
                Penelitian dilakukan dilahan perusahaan seluas 12,6 m X 6,4 m = 80,64 m2. Penelitian ini tidak direncanakan dari awal karena pada penanaman pertamanya pada musim kemarau sehingga tidak bisa dijadikan standart awal. Berikut ini tahapan-tahapan pemeliharaannya:
Jenis Tanaman               : Sorgum Manis Lokal.
Asal Benih                     : Bandung.
Jarak Tanam                  : 40 cm X 40 cm.
Populasi per Rumpun     : lebih dari 4 pohon.
 Gambar disamping disaat kondisi tanaman berumur 29 Hari.
Posisi tanaman kurang sehat karena pertumbuhan awalnya masuk masa musim kemarau dimana curah hujan kurang.
Pada saat musim kemarau ini dilakukan penyemprotan pupuk cair sebanyak 240ml/28ltr air.


Pada gambar disamping umur tanaman 35hari. Diberi pupuk kimia pertama kali karena sudah ada beberapa kali hujan turun.
Pupuk yang digunakan Urea 3kg dan TSP 2 kg. Takaran pupuk ini tergolong melebihi dosis yang dianjurkan.







Pada gambar disamping umur tanaman sudah masuk 45 hari.
Pada umur ini kondisi tanaman masih dibawah 2m ketinggiannya sehingga belum terlihat pertumbuhan yang baik untuk dipanen di umur 60hari.


Pada gambar disamping umur tanaman 57 Hari. Ternyata pertumbuhan dari umur 45 hari ke umur 57 sangat signifikan perbedaannya tingginya sudah sampai 170 cm.
Pada umur ini diberi pupuk kimia kedua berupa NPK sebanyak 5kg.

Pada gambar disamping ini adalah uji coba pemanenan diumur 60 hari.
Rumpun besar memiliki anakan sebanyak 12 pohon. Dan rumpun kecil sekitar 4 pohon.
Berat dari rumpun yang besar adalah 3,58 kg dan rumpun yang kecil sebesar 0,7 kg.











Gambar di samping umur tanaman 69 hari. Secara umum dari warna hijau daunnya sudah cukup baik hanya saja berat dari tanamannya kurang.





Pada gambar ini umur tanaman 76 hari. Dimana ketinggian tanaman sudah mencapai 2m-an.












Pada gambar ini umur tanaman 88 hari pada posisi ini daun yang paling bawah sudah mulai kering sebenarnya posisi ini udah cukup baik untuk dipanen.









Pada gambar ini umur tanaman sudah 105 hari, dimana daun yang paling bawahnya sudah kering dan ruas dari batangnya sudah mulai terbentuk jelas.










DOKUMENTASI SAAT PANEN

Panen 
















tinggi keseluruhan tanaman 3,7 m






























































ANALISIS KEUANGAN

NO
Kebutuhan
Nilai
Satuan
 Harga
 Jumlah
1
Pupuk Cair
240
ml
           50
         12.000
2
Tenaga Pemupuk
0,5
HOK
  25.000
         12.500
3
Pupuk Kimia 1





Urea
3
kg
     2.000
            6.000

TSP
2
kg
     2.300
            4.600
4
Tenaga Pemupukan 1
0,5
HOK
  25.000
         12.500
5
Pupuk Kimia 2





NPK
5
kg
     2.500
         12.500
6
Tenaga Pemupukan 2
0,5
HOK
  25.000
         12.500
7
Pemanenan
900
kg
           50
         45.000
8
Distribusi
900
kg
           75
         67.500

Sub Total



       185.100






Pendapatan





Penjualan Sorgum
900
kg
        250
       225.000






Keuntungan



     39.900

Dari luas 80,64 diperoleh berat bersih produksi 900 kg. Dari analisi keuangan diatas diketahui jika dalam 80,64 m mendapatkan keuntungan sebesar Rp 39.900.
Jika di konfersi ke 1 Ha maka keuntungan buat petani sebesar (10.000 m/80,64 m)x Rp 39.900 = Rp 4.947.916,69

KESIMPULAN
                Berdasarkan hasil data diatas diketahui jika potensi produksi per meter sebesar 11,16 kg/m. Sehingga potensi produksi per hektar sebanyak 111,6ton/Ha. Dengan keuntungan sebesar Rp 39.900/80,64m atau setara dengan Rp 4.947.916,69/Ha.

Kamis, 09 Januari 2014

Penyakit Tanaman Akasia

Akasia merupakan tanaman yang menjadi salah satu tanaman dengan fungsi ganda yakni sebagai tanaman penghijauan maupun tanaman produksi.

Tanaman ini memiliki kecenderungan tahan dilahan kritis dan dataran tinggi. Tanaman ini berkarakter daunnya lebat dan dapat dipanen di bawah 5 tahun.

Namun, ada beberapa kendala yang menyerang tanaman ini yakni adalah ulat. dimana ulat-ulat ini cenderung suka menyerang disaat musim hujan tiba.

Ulat ini muncul didasar perakaran, ketika kondisi perakaran lembab dan basah.

Adapun ciri-ciri tanaman terserang hama ulat:

1. Daun Menguning

 Pada saat penyerangan ulat terjadi, daun akan mulai menguning karena ulat menyerang kayu bagian dalam sehingga saat fatal dampaknya yakni bisa mati seketika tanaman itu.

Pada saat dau sudah menguning cek kondisi batang, karena proses waktu penguningan daun bisa sekitar 2minggu - 1 bulan sehingga ada waktu untuk memulihkannya.










2. Ada lubang pada batang

Ada lubang yang mengeluarkan serbuk gergaji hasil dari masuknya ulat kedalam batang tersebut.

Meskipun lubang kecil, cenderung didalamnya sudah tersarang banyak ulat dan besar-besar.

Adapun penanganannya yakni gunakan insectisida dengan kadar zat aktifnya tinggi yakni sekitar 200EC atau 200gr/l

Adapun beberapa merk insect yang bisa digunakan seperti Mitak, Arjuna, dll
Merk ini sudah diuji cobakan dan cukup berhasil.

Adapun teknik yang tepat dalam penanganannya yakni dengan memasukkan racun insect kedalam lubang ular dengan volume yang cukup banyak agar ulat bisa terbunuh maksimal.

Semoga informasi ini bermanfaat...

Jumat, 13 Desember 2013

Hijauan Produktif

Sorgum menjadi andalan baru bagi peternakan karena hijauan dari tanaman ini memiliki kandungan gizi protein kasarnya yang lebih besar dari pada rumput gajah atau bahkan jagung sekalipun.

Selain dari nilai gizinya, sorgum juga memiliki keunggulan dari produksinya yakni setelah dilakukan uji coba penelitian diperoleh hasil jika per rumpun bisa mencapai 0,7kg-3,5kg (umur 63hari).

Pada gambar disamping merupakan rumpun dari sorgum yang mana tanamannya kecil2 dengan berat rumpun sebesar 0,7kg.

Sedangkan pada gambar dibawah ini, rumpun yang diambil merupakan rumpun dengan pertumbuhan yang besar dan hasilnya adalah 3,5kg.

Jarak tanam yang digunakan 40x40 cm sehingga perlubang ada 62,5rb lubang. dan setiap lubangnya memiliki 1 rumpun (3-6pohon).

jika dalam 1 rumpun 0,7kg (minimal) maka dalam 1 ha menghasilkan 20ton (62500 rumpun x 0,7kg) dan jika pertumbuhannya maksimal maka menghasilkan 200ton (62500rumpun x 3,5kg).

Jika berminat benihnya silahkan hub kami di
085222480890 (ibnu)

Jika butuh hijauannya kami jual di harga 500/kg di kebun kami.

Senin, 09 Desember 2013

Kehebatan Morfologi Sorgum

 Setelah panen pertama, sorgum diberi pupuk kandang yang banyak dan disiram secara rutin hingga umur sekitar 2 minggu sorgum baru di suply dengan pupuk kimia.

Sorgum saat berumur sekitar 1 bulan terlihat seperti pada gambar disamping yakni masih terlihat jarang-jarang dengan jarak tanam 40x40 cm.

Awalnya jarak ini diperkirakan akan sedikit memberikan ruang bagi tanaman sorgum tumbuh dan berkembang namun ternyata jarak ini masih lumayan padat populasinya.

Setelah berumur 2 bulan, ternyata lebaaaatttt dan hijau segar tanaman sorgumnya. dari kerapatan sangat rapat. Potensi hasil 10kg/m atau 100ton/ha (hasil masih menunggu sampai panen).

Pada gambar di samping kerapatan sudah sangat rapat hingga dibawah perakaran matahari tidak bisa masuk sehingga memicu seluruh tanaman untuk tinggi mengejar matahar.

Perlakuan pada lahan tidak ada, seperti pembumbunan ataupun pembersihan gulma karena lahan tertutup sehingga ilalang dan rumput sulit tumbuh.

Dalam satu rumpun bisa sampai 6 tunas dengan besar batang hampir rata dan sama. penulis belum mencoba mengembangkan sistem penjarangan pada rumpun.

Tunggu perkembangan tanaman sorgum penulis selanjutnya..

Salam sukses pertanian..

Rabu, 13 November 2013

Perkembangan Sorgum

Setelah menunggu sekitar 3-4bulan mulai panen malainya dimana saat malai masak diatas hindarkan dari burung secara langsung dan hindarkan dari hujan dengan rutinitas sering karena malai sorgum ini sudah bisa bertunas meskipun ada diatas pohon, jadi tanda yang tepat untuk memanen malainya adalah ketika batang dibawah malainya sudah kecoklatan berarti malai sudah tua dan siap di panen.

Jangan ditutup dengan plastik yang tidak memiliki rongga udara karena akan mengembun dipagi hari dan akan menjadi hangat sehingga menjadi bususk ditangkai.

malai yang bagus bisa mencapai 500gr (belum dipipil), jika sudah di pipil bisa mencapai 200-300gr (hasil biji sorgumnya). seburuk-buruknya tanaman sorgum, setinggi 30 cm akan tetap menghasilkan malai sehingga tanaman ini memang cocok untuk difersifikasi bahan pokok.

Sorgum yang siap panen ciri lainnya adalah dari suara malainya, sudah agak berisik sehingga ketika digoyangkan akan mudah rontok dan jatuh.

Pada gambar disamping ditanam pada musim kemarau yakni bulan agustus-oktober. Dengan dibantu disemprot air dengan skala 2hari/1x.

Secara ketinggian memang sorgum putih ini kalah dengan sorgum merah manis namun dari hasil bijinya sangat besar dan berat.

Ada strategi bisnis yang bisa dilakukan dari satu tanaman ini yakni ketika panen sebaiknya dipotong malainya terlebih dahulu sekitar 30cm dari atas setelah itu lambat laun akan keluar tangkai yang bisa menghasilkan malai kembali namun biasanya malai yang kedua akan lebih kecil dari malai yang pertama.
Setelah malai kedua terpanen maka mulai memanen batangnya untuk pakan sapi. jadi panen batang serendah mungkin (5-10cm dari atas tanah). Ketika sudah terpanen batangnya langsung segera dikejar untuk pupuk kandangnya karena saat itu tanaman akan menghasilkan tunas baru kembali. Tunas bisa muncul sampai 3 batang sehingga benar-benar membutuhkan nutrisi yang banyak.

Setelah berumur 7-14hari dari mulainya muncul tunas segera diberi pupuk kimia kembali. Pupuk kimia disini memberikan nutri pada unsur hara tanah secara instan dan cepat. prioritaskan kebutuhan Phospat (P) karena akan banyak menghasilkan batang dan unsur N dihasilkan dari pupuk kandang yang sudah di suply di awal.

Ini adalah hasil uji coba untuk periode kedua tanam sorgum, secara teknis memang sudah memotong biaya olah tanah dan biaya penanaman sehingga periode kedua memiliki potensi untung yang sangat tinggi.

tag: sorgum, sorgum putih, budidaya sorgum.

Senin, 04 November 2013

Karakteristis Sorgum

Sorgum merupakan tanaman yang tergolong biji-bijian (serelia), memiliki karakter yang sama seperti jagung hanya saja sorgum memiliki keunggulan karakter dibandingkan jagung antara lain:

1. Tinggi Tanaman
Tanaman sorgum memiliki karakter tinggi bisa lebih dari 3m (300cm), dengan tinggi tanaman itu maka memiliki keunggulan yakni hijauan (batang+daun) lebih banyak di bandingkan tanaman jagung.

2. Adaptasi Tanaman
Tanaman sorgum memiliki keunggulan dalam adaptasi lingkungan, dalam kondisi sangat minim unsur hara dan sangat minim air tanaman ini bisa tumbuh baik tentu produksi tak sebaik jika kebutuhan air dan nutrisi terpenuhi.

3. Voume Produksi
Berdasarkan target produksi tentu itu harapan para pengguna sorgum baik bagi industri pangan maupun pakan bahkan industri energi.

Sorgum dengan kategori sorgum manis ini memiliki keunggulan yakni bertunas, tanaman ini dalam satu batang akan memiliki tunas hingga 3 tunas dalam setiap batang yang muncul di samping-samping akarnya (seperti bambu ataupun rumput gajah).

Batang sorgum manis seperti tebu sehingga serat-seratnya sangat rapat dan memiliki kandungan gula yang cukup baik meskipun dibawah kadar gula tebu.

4. Diameter Batang.
Tanaman sorgum ini memiliki keunggulan lain yakni batangnya bisa sekitar 3 jari orang dewasa sehingga memiiki potensi produksi yang tinggi bagi pakan hijauan maupun energi (karena mengandung kadar gula).













5. Pertumbuhan Tunas Setelah di Panen.
Saat pasca panen selesai hal yang sangat menguntungkan bagi tanaman sorgum ini adalah bertunas setelah ditebang, tunas itu muncul dengan sendirinya sehingga ada penghematan perawatan diawal tanam tinggal meningkatkan pemberian pupuk kandang diawal dan pemberian pupuk kimia.

Tunas yang muncul kedua ini tentu akan mengurangi produktifitas sorgum namun masih sesuai untuk dikembangkan sampai panen ke 3x.



Berikut ini beberapa kelebihan tanaman sorgum yang bisa dikembangkan lagi dengan skala yang lebih besar.
Bagi yang berminat membeli tanaman sorgum (sebagai hijauan) atau membeli benih sorgum manis silahkan hub kami di 085222480890 (ibnu).